Minggu, 03 Januari 2010

MSDM
PENDAHULUAN

Manajemen kepegawaian dan sumber daya Manusia sangat penting bagi Perusahaan dalam mengelola, mengatur, dan memanfaatkan pegawai sehingga dapat berfungsi secara produktif untuk tercapainya tujuan Perusahaan.
Sumber daya manusia di Perusahaan perlu dikelola secara professional agar terwujud keseimbangan antara kebutuhan pegawai dengan tuntutan dan kemampuan organisasi perusahaan. Keseimbangan tersebut merupakan kunci utama perusahaan agar dapat berkembang secara produktif dan wajar.
Dengan pengaturan manajemen sumber daya manusia secara professional, diharapkan pegawai bekerja secara produktif. Pengelolaan pegawai secara professional ini harus dimulai sejak perekrutan pegawai, penyeleksian, pengklasifikasian, penempatan pegawai sesuai dengan kemampuan, penataran, dan pengembangan karier.

Sukabumi, Juni 2009
PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA
1. Pengertian Perencanaan Sumber Daya Manusia
Andrew E. Sikula (1981 : 145) mengemukakan bahwa :
Human resource of manpower planning has been defined as the process of determining manpower requirement and the means for meeting those requirements in order to carry out the integrated plans of the organization. (Perencanaan sumber daya manusia atau perencanaan tenaga kerja dan berarti mempertemukan kebutuhan tersebut agar pelaksanaannya berintegrasi dengan rencana organisasi).
George Milkovich dan Paul C. Nystrom, (Dale Yorder, 1981;173) mendefinisikan bahwa :
Manpower planning is the process (including forecasting, developing, implementing, and controlling) by which a firm ensures that it has the right number of people and the right places, at the economically most useful. (Perencanaan tenaga kerja adalah proses peramalan, pengembangan, pengimplementasian, dan pengontrolan yang menjamin perusahaan mempunyai kesesuaian jumlah pegawai, penempatan pegawai secara benar, waktu yang tepat, yang secara ekonomis lebih bermanfaat).

Berdasarkan kedua pendapat diatas, maka perencanaan sumber daya manusia atau perencanaan tenaga kerja dapat diartikan sebagai suatu proses menentukan kebutuhan akan tenaga kerja berdasarkan peramalan, pengembangan, pengimplemntasian, dan pengontrolan kebutuhan tersebut yang berintegrasi dengan rencana organisasi agar tercipta jumlah pegawai, penempatan pegawai secara tepat dan bermanfaat secara ekonomis
2. Kepentingan Perencanaan Sumber Daya Manusia
Ada tiga kepentingan dalam perencanaan sumber daya manusia (pegawai), yaitu kepentingan individu, kepentingan organisasi, dan kepentingan nasional.
Kepentingan Individu. Perencanaan sumber daya manusia sangat penting bagi setiap individu pegawai, karena dapat membantu ,meningkatkan potensinya, begitu pula kepuasan pegawai dapat dicapai melalui perencanaan karier.
Kepentingan Organisasi. Perencanaan sumber daya manusia sangat penting bagi organisasi (perusahaan) dalam mendapatkan calon pegawai yang memenuhi kualifikasi. Dengan adanya perencanaan sumber daya manusia, dapat dipersiapkan calon-calon pegawai yang berpotensi untuk menduduki posisi manajer untuk masa yang akan datang.
Kepentingan Nasional. Perencanaan sumber daya manusia sangat bermanfaat bagi kepentingan nasional. Hal ini karena pegawai-pegawai yang berpotensi tinggi dapat dimanfaatkan pula oleh pemerintah dalam rangka meningkatkan produktivitas nasional. Mereka dapat dijadikan tenaga-tenaga ahli dalam bidang tertentu untuk membantu program pemerintah.
3. Komponen-komponen Perencanaan Sumber Daya Manusia
Terdapat beberapa komponen yang perlu diperhatikan dalam perencanaan sumber daya manusia, yaitu tujuan, perencanaan organisasi, pengauditan sumber daya manusia, dan peramalan sumber daya manusia.
Tujuan perencanaan sumber daya manusia harus mempuyai tujuan yang berdasarkan kepentingan individu, organisasi, dan kepentingan nasional.
Perencanaan Organisasi. Perencanaan organisasi merupakan aktivitas yang dilakukan perusahaan untuk mengadakan perubahan yang positif bagi perkembangan organisasi.
Beberapa variable yang sangat penting dan berpengaruh dalam aktivitas perencanaan organisasi adalah peramalan bisnis, perluasan dan pengembangan, rancangan dan perubahan struktur, falsafah manajemen, peranan pemerintah, serta produk dan kemampuan manusia.
1. Peramalan Bisnis
Peramalan bisnis sangat berpengaruh dalam proses perencanaan organisasi. Perencanaan bisnis ini menyangkut masalah keadaan ekonomi secara umum, inflansi, tingkat upah, harga dan biaya yang diperlukan organisasi untuk masa yang akan datang.
2. Perluasan dan Pengembanan Usaha
Perluasan dan pengembangan usaha harus dipertimbangkan dalam perencanaan organisasi.
3. Rancangan dan Perubahan Struktur
Rancangan dan perubahan struktur harus menjadi pemikiran dalam perencanaan organisasi.
4. Falsafat Manajemen
Perubahan falsafah manajemen dapat mempengaruhi perencanaan organisasi harus sesuai dengan alsafah manajemen
5. Peranan Pemerintah
Pengembangan produk baru dengan menggunakan teknologi modern memerlukan kemampuan pegawai yang memadai.


6. Produk dan Kemampuan Manusia
Pengembangan produk baru dengan menggunakan teknologi modern memerlukan kemampuan pegawai yang memadai.
Pengauditan Sumber Daya Manusia. Pengauditan adalah suatu proses intensif, penyelidikan, penganalisisan, dan pembandingan informasi yang ada dengan norma standar yang berlaku. Pengauditan sumber daya manusia meliputi penelusuran secara normal dan sistematis mengenai efektifitas program kepegawaian, program analisa jabatan, penarikan pegawai, testing, pelatihan dan pengembangan manajemen, promosi jabatan, transfer, taksiran pegawai, hubungan kerja, pelayanan pegawai, moral dan sikap kerja, penyuluhan pegawai, upah, administrasi upah, dan penelitian aspek-aspek, antara lain kualitas kekuatan kerja, penentuan kualitas, daftar kemampuan (skill), turnover, dan perubahan Intern.
1. Kualitas Kekuatan Kerja
Pengauditan sumber daya manusia harus melibatkan pengujian kualitas kekuatan kerja. Peningkatan kualitas dapat dicapai melalui pengalaman, pendidikan, pelatihan, dan pengembangan.



2. Penentuan Kualitas
Penentuan Kualitas kekuatan kerja dapat melalui analisa jabatan. Analisa jabatan ini digunakan untuk menentukan tugas-tugas, tanggung jawab, kondisi kerja, dan interelasi antarjabatan
3. Daftar Kemampuan
Pengauditan sumber daya manusia perlu pula memperhatikan daftar kemampuan (skill) pegawai. Daftar skill sangat bermanfaat bagi perusahaan dalam mendayagunakan pegawainya.
4. Turnover Kerja (Reputasi tenaga kerja)
Prosedur pengauditan sumber daya manusia harus melibatkan persediaan untuk menaksir turnover kerja. Hal ini disebabkan terjadinya kekosongan pegawai karena pegawai pensiun, berhenti, cuti, izin absen, dan meninggal. Penaksiran turnover dapat memperhatikan angka rata-rata turnover pada tahun sebelumnya.
Pengauditan sumber daya manusia bertujuan, antara lain agar jangan sampai terjadi turnover kerja tinggi dan perlu adanya pengisian kekosongan jabatan dengan segera.


5. Perubahan secara Intern
Pengauditan sumber daya manusia dapat mempertimbangkan perubahan secara intern, seperti promosi jabatan, penurunan jabatan (demosi), dan transfer jabatan.
Peramalan Sumber Daya Manusia. Peramalan sumber daya manusia sangat mirip dengan pengauditan sumber daya manusia. Perbedaannya, peramalan sumber daya manusia untuk masa yang akan dating, sedangkan pengauditan lebih mengutamakan hal yang berhubungan dengan keadaan sekarang ini.
4. Sistem Perencanaan Sumber Daya Manusia
Ada dua kegiatan dalam system perencanaan sumber daya manusia, yaitu penyusunan anggaran tenaga kerja (manpower budgeting), dan penyusunan program tenaga kerja (manpower programming).
Penyusunan Anggaran Sumber Daya Manusia, merupakan kegiatan memadukan jumlah tenaga kerja yang tersedia dengan jumlah tenaga kerja yang diperlukan. Tujuannya, untuk mendapatkan gambaran mengenai kebutuhan tenaga kerja. Penyusunan anggaran tenaga kerja ini disebut pula dengan penyusunan formasi.
Dalam penyusunan formasi perlu diperhatikan dasar penyusunan, system penyusunan, analisis kebutuhan tenaga kerja, dan anggara yang tersedia.
Penyusunan Program Tenaga Kerja. Merupakan kegiatan-kegiatan untuk mengisi formasi yang meliputi program pengadaan tenaga kerja, promsi jabatan pegawai, pelatihan dan pengembangan pegawai, pengembangan karier, program pemeliharaan pegawai, dan program pemberhentian pegawai.
5. Model Perencanaan Sumber Daya Manusia
Ada empat model perencanaan sumber daya manusia yang dikemukakan di bawah ini, yaitu model system perencanaan sumber daya manusia, model sosio-eknomi Battelle, model perencanaan SDM dari Vetter, dan model system perencanaan SDM dari Wayne Cascio.
Model Sistem Perencanaan Sumber Daya Manusia. Model ini terdiri dari lima komponen, yaitu sumber daya manusia, perencanaan organisasi, pengauditan sumber daya manusia, peramalan sumber daya manusia, dan pelaksanaan program sumber daya manusia. Aktivitas model ini dapat diperhatikan pada bagan dibawah ini.

Human resource objective
Oragnization planning
Human resource budgeting
Human resource forecasting
Human resource action programs

Feedback Loop





Model Sistem Perencanaan SDM dari Wayne Cascio. Model perencanaan SDM ini adanya integrasi antara perencanaan strategic dan taktik bisnis dengan pasar tenaga kerja.
CONTROL
AND
EVALUATION
STRATEGIC AND TACTICAL BUSINESS PLANS
HUMAN RESOURCES OBJECTIVES
NET HUMAN RESOURCES REQUIREMENTS
ACTION PLAN
PERSONNEL
INVENTORY
FORECASTS OF HUMAN RESOURCES SUPPLY AND DEMAND
LABOR
MARKETSistem Perencanaan SDM dari Wayne Cascio













Konsep Perencanaan SDMPENDAHULUAN

Manajemen kepegawaian dan sumber daya Manusia sangat penting bagi Perusahaan dalam mengelola, mengatur, dan memanfaatkan pegawai sehingga dapat berfungsi secara produktif untuk tercapainya tujuan Perusahaan.
Sumber daya manusia di Perusahaan perlu dikelola secara professional agar terwujud keseimbangan antara kebutuhan pegawai dengan tuntutan dan kemampuan organisasi perusahaan. Keseimbangan tersebut merupakan kunci utama perusahaan agar dapat berkembang secara produktif dan wajar.
Dengan pengaturan manajemen sumber daya manusia secara professional, diharapkan pegawai bekerja secara produktif. Pengelolaan pegawai secara professional ini harus dimulai sejak perekrutan pegawai, penyeleksian, pengklasifikasian, penempatan pegawai sesuai dengan kemampuan, penataran, dan pengembangan karier.

Sukabumi, Juni 2009
PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA
1. Pengertian Perencanaan Sumber Daya Manusia
Andrew E. Sikula (1981 : 145) mengemukakan bahwa :
Human resource of manpower planning has been defined as the process of determining manpower requirement and the means for meeting those requirements in order to carry out the integrated plans of the organization. (Perencanaan sumber daya manusia atau perencanaan tenaga kerja dan berarti mempertemukan kebutuhan tersebut agar pelaksanaannya berintegrasi dengan rencana organisasi).
George Milkovich dan Paul C. Nystrom, (Dale Yorder, 1981;173) mendefinisikan bahwa :
Manpower planning is the process (including forecasting, developing, implementing, and controlling) by which a firm ensures that it has the right number of people and the right places, at the economically most useful. (Perencanaan tenaga kerja adalah proses peramalan, pengembangan, pengimplementasian, dan pengontrolan yang menjamin perusahaan mempunyai kesesuaian jumlah pegawai, penempatan pegawai secara benar, waktu yang tepat, yang secara ekonomis lebih bermanfaat).

Berdasarkan kedua pendapat diatas, maka perencanaan sumber daya manusia atau perencanaan tenaga kerja dapat diartikan sebagai suatu proses menentukan kebutuhan akan tenaga kerja berdasarkan peramalan, pengembangan, pengimplemntasian, dan pengontrolan kebutuhan tersebut yang berintegrasi dengan rencana organisasi agar tercipta jumlah pegawai, penempatan pegawai secara tepat dan bermanfaat secara ekonomis
2. Kepentingan Perencanaan Sumber Daya Manusia
Ada tiga kepentingan dalam perencanaan sumber daya manusia (pegawai), yaitu kepentingan individu, kepentingan organisasi, dan kepentingan nasional.
Kepentingan Individu. Perencanaan sumber daya manusia sangat penting bagi setiap individu pegawai, karena dapat membantu ,meningkatkan potensinya, begitu pula kepuasan pegawai dapat dicapai melalui perencanaan karier.
Kepentingan Organisasi. Perencanaan sumber daya manusia sangat penting bagi organisasi (perusahaan) dalam mendapatkan calon pegawai yang memenuhi kualifikasi. Dengan adanya perencanaan sumber daya manusia, dapat dipersiapkan calon-calon pegawai yang berpotensi untuk menduduki posisi manajer untuk masa yang akan datang.
Kepentingan Nasional. Perencanaan sumber daya manusia sangat bermanfaat bagi kepentingan nasional. Hal ini karena pegawai-pegawai yang berpotensi tinggi dapat dimanfaatkan pula oleh pemerintah dalam rangka meningkatkan produktivitas nasional. Mereka dapat dijadikan tenaga-tenaga ahli dalam bidang tertentu untuk membantu program pemerintah.
3. Komponen-komponen Perencanaan Sumber Daya Manusia
Terdapat beberapa komponen yang perlu diperhatikan dalam perencanaan sumber daya manusia, yaitu tujuan, perencanaan organisasi, pengauditan sumber daya manusia, dan peramalan sumber daya manusia.
Tujuan perencanaan sumber daya manusia harus mempuyai tujuan yang berdasarkan kepentingan individu, organisasi, dan kepentingan nasional.
Perencanaan Organisasi. Perencanaan organisasi merupakan aktivitas yang dilakukan perusahaan untuk mengadakan perubahan yang positif bagi perkembangan organisasi.
Beberapa variable yang sangat penting dan berpengaruh dalam aktivitas perencanaan organisasi adalah peramalan bisnis, perluasan dan pengembangan, rancangan dan perubahan struktur, falsafah manajemen, peranan pemerintah, serta produk dan kemampuan manusia.
1. Peramalan Bisnis
Peramalan bisnis sangat berpengaruh dalam proses perencanaan organisasi. Perencanaan bisnis ini menyangkut masalah keadaan ekonomi secara umum, inflansi, tingkat upah, harga dan biaya yang diperlukan organisasi untuk masa yang akan datang.
2. Perluasan dan Pengembanan Usaha
Perluasan dan pengembangan usaha harus dipertimbangkan dalam perencanaan organisasi.
3. Rancangan dan Perubahan Struktur
Rancangan dan perubahan struktur harus menjadi pemikiran dalam perencanaan organisasi.
4. Falsafat Manajemen
Perubahan falsafah manajemen dapat mempengaruhi perencanaan organisasi harus sesuai dengan alsafah manajemen
5. Peranan Pemerintah
Pengembangan produk baru dengan menggunakan teknologi modern memerlukan kemampuan pegawai yang memadai.


6. Produk dan Kemampuan Manusia
Pengembangan produk baru dengan menggunakan teknologi modern memerlukan kemampuan pegawai yang memadai.
Pengauditan Sumber Daya Manusia. Pengauditan adalah suatu proses intensif, penyelidikan, penganalisisan, dan pembandingan informasi yang ada dengan norma standar yang berlaku. Pengauditan sumber daya manusia meliputi penelusuran secara normal dan sistematis mengenai efektifitas program kepegawaian, program analisa jabatan, penarikan pegawai, testing, pelatihan dan pengembangan manajemen, promosi jabatan, transfer, taksiran pegawai, hubungan kerja, pelayanan pegawai, moral dan sikap kerja, penyuluhan pegawai, upah, administrasi upah, dan penelitian aspek-aspek, antara lain kualitas kekuatan kerja, penentuan kualitas, daftar kemampuan (skill), turnover, dan perubahan Intern.
1. Kualitas Kekuatan Kerja
Pengauditan sumber daya manusia harus melibatkan pengujian kualitas kekuatan kerja. Peningkatan kualitas dapat dicapai melalui pengalaman, pendidikan, pelatihan, dan pengembangan.



2. Penentuan Kualitas
Penentuan Kualitas kekuatan kerja dapat melalui analisa jabatan. Analisa jabatan ini digunakan untuk menentukan tugas-tugas, tanggung jawab, kondisi kerja, dan interelasi antarjabatan
3. Daftar Kemampuan
Pengauditan sumber daya manusia perlu pula memperhatikan daftar kemampuan (skill) pegawai. Daftar skill sangat bermanfaat bagi perusahaan dalam mendayagunakan pegawainya.
4. Turnover Kerja (Reputasi tenaga kerja)
Prosedur pengauditan sumber daya manusia harus melibatkan persediaan untuk menaksir turnover kerja. Hal ini disebabkan terjadinya kekosongan pegawai karena pegawai pensiun, berhenti, cuti, izin absen, dan meninggal. Penaksiran turnover dapat memperhatikan angka rata-rata turnover pada tahun sebelumnya.
Pengauditan sumber daya manusia bertujuan, antara lain agar jangan sampai terjadi turnover kerja tinggi dan perlu adanya pengisian kekosongan jabatan dengan segera.


5. Perubahan secara Intern
Pengauditan sumber daya manusia dapat mempertimbangkan perubahan secara intern, seperti promosi jabatan, penurunan jabatan (demosi), dan transfer jabatan.
Peramalan Sumber Daya Manusia. Peramalan sumber daya manusia sangat mirip dengan pengauditan sumber daya manusia. Perbedaannya, peramalan sumber daya manusia untuk masa yang akan dating, sedangkan pengauditan lebih mengutamakan hal yang berhubungan dengan keadaan sekarang ini.
4. Sistem Perencanaan Sumber Daya Manusia
Ada dua kegiatan dalam system perencanaan sumber daya manusia, yaitu penyusunan anggaran tenaga kerja (manpower budgeting), dan penyusunan program tenaga kerja (manpower programming).
Penyusunan Anggaran Sumber Daya Manusia, merupakan kegiatan memadukan jumlah tenaga kerja yang tersedia dengan jumlah tenaga kerja yang diperlukan. Tujuannya, untuk mendapatkan gambaran mengenai kebutuhan tenaga kerja. Penyusunan anggaran tenaga kerja ini disebut pula dengan penyusunan formasi.
Dalam penyusunan formasi perlu diperhatikan dasar penyusunan, system penyusunan, analisis kebutuhan tenaga kerja, dan anggara yang tersedia.
Penyusunan Program Tenaga Kerja. Merupakan kegiatan-kegiatan untuk mengisi formasi yang meliputi program pengadaan tenaga kerja, promsi jabatan pegawai, pelatihan dan pengembangan pegawai, pengembangan karier, program pemeliharaan pegawai, dan program pemberhentian pegawai.
5. Model Perencanaan Sumber Daya Manusia
Ada empat model perencanaan sumber daya manusia yang dikemukakan di bawah ini, yaitu model system perencanaan sumber daya manusia, model sosio-eknomi Battelle, model perencanaan SDM dari Vetter, dan model system perencanaan SDM dari Wayne Cascio.
Model Sistem Perencanaan Sumber Daya Manusia. Model ini terdiri dari lima komponen, yaitu sumber daya manusia, perencanaan organisasi, pengauditan sumber daya manusia, peramalan sumber daya manusia, dan pelaksanaan program sumber daya manusia. Aktivitas model ini dapat diperhatikan pada bagan dibawah ini.

Human resource objective
Oragnization planning
Human resource budgeting
Human resource forecasting
Human resource action programs

Feedback Loop





Model Sistem Perencanaan SDM dari Wayne Cascio. Model perencanaan SDM ini adanya integrasi antara perencanaan strategic dan taktik bisnis dengan pasar tenaga kerja.
CONTROL
AND
EVALUATION
STRATEGIC AND TACTICAL BUSINESS PLANS
HUMAN RESOURCES OBJECTIVES
NET HUMAN RESOURCES REQUIREMENTS
ACTION PLAN
PERSONNEL
INVENTORY
FORECASTS OF HUMAN RESOURCES SUPPLY AND DEMAND
LABOR
MARKETSistem Perencanaan SDM dari Wayne Cascio













Konsep Perencanaan SDM

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar